Ide pembuatan aplikasi CASHBOOK bermula dari permintaan seorang ketua umum organisasi hobi yang cukup terkenal di Indonesia - organisasi pecinta binatang yang besar dan solid, karena berafiliasi dengan organisasi terpandang internasional.
Permintaannya sederhana: bisakah data keuangan yang diinput oleh staf di sekretariat langsung beliau lihat? Sebagai ketua, beliau ingin melihat kondisi keuangan secara real time, tanpa harus menunggu laporan yang dibuatkan khusus per periode.
Solusi Pertama yang Ternyata Tidak Sesuai Harapan
Waktu itu saya berperan sebagai konsultan sistem administrasi mereka, dan langsung menyodorkan solusi paling praktis: pakai sistem online, bisa saja Google Sheet yang langsung di-share.
Tapi solusi itu tidak sesuai harapan. Bagaimana mungkin seorang ketua umum disuruh melihat entrian transaksi yang masih mentah? Bisa saja dibuatkan aplikasi di Google Workspace, tapi tetap saja ribet dan tidak praktis.
Kenapa Bukan Aplikasi Akuntansi?
Pikiran berikutnya: pakai saja aplikasi akuntansi online yang sudah banyak tersedia. Tapi ini pun bukan solusi yang tepat - sesederhana apa pun aplikasi akuntansi dibuat, tetap saja penggunanya harus menyusun COA dan mengerti jurnal.
Padahal yang dibutuhkan jauh lebih sederhana: cukup tahu saldo kas di sekretariat, apa saja penerimaannya (dari pelayanan terhadap anggota), dan apa saja pengeluarannya.
Saya sendiri sebenarnya sudah punya aplikasi akuntansi sederhana untuk perusahaan/organisasi kecil, juga aplikasi lain untuk toko/kios PPOB yang mencatat kas masuk-keluar - tapi fungsinya bercampur dengan fungsi lain, dan laporannya pun tidak khusus soal kas. Akhirnya muncul kesimpulan sederhana: buatkan saja aplikasi online yang khusus untuk pencatatan kas saja, dengan laporan yang hanya terkait kas.
Kenapa Memilih Laravel & TALL Stack
Untuk pendekatan pembuatannya, saya memilih aplikasi web - karena masih paling nyaman untuk "bekerja" di layar besar, namun tetap bisa dibuat responsif untuk layar kecil (HP).
Di antara banyak pilihan tools, saya memilih PHP dengan framework Laravel, hasil diskusi panjang dengan AI dan mencoba berbagai tools lain. Tujuannya: mudah dan cepat dibuat, namun tetap menjadi standar industri baik dari sisi performa maupun keamanan.
Khusus untuk CASHBOOK, saya menggunakan pendekatan yang lebih modern: Jetstream untuk keamanan akses dan manajemen user (sudah mendukung 2FA), terintegrasi dengan Livewire untuk memudahkan interaksi front-end dan back-end. Inilah proyek TALL stack pertama saya - dan sejak itu saya terus memakai kombinasi ini.
Jadilah Aplikasi CASHBOOK
Agar mudah dipakai, saya adopsi Google Auth sehingga user tidak perlu daftar dulu - langsung login pakai akun Google, tidak perlu ingat password aplikasi (namun tetap bisa pakai 2FA kalau mau). Dalam pembuatannya saya banyak dibantu AI, dengan hasil yang saling diuji satu sama lain, tetap di bawah desain arsitektur yang saya kuasai dengan pengalaman lebih dari 30 tahun sebagai programmer.
User hanya perlu mengisi jumlah uang, keterangan transaksi, dan kategori (opsional, tapi berguna untuk klasifikasi laporan). Untuk memudahkan pencarian, tersedia label/tag, kolom catatan, bahkan pencarian nilai dengan bahasa manusia - misalnya ketik "2 juta" untuk mencari transaksi senilai itu, atau "> 2 juta < 5 juta" untuk mencari transaksi dalam rentang tersebut.
Dashboard menampilkan saldo awal, penerimaan, pengeluaran, dan saldo akhir per periode (bulan/tahun), lengkap dengan grafik saldo, rekap pengeluaran terbesar, dan beberapa transaksi terakhir. Daftar transaksi bisa difilter berdasarkan tanggal, akun, jenis transaksi, dan kata kunci pencarian - hasilnya bisa diekspor ke Excel atau disimpan sebagai PDF.
Ada juga fitur menandai transaksi agar "tidak dihitung" (diabaikan) - berguna saat menyamakan saldo - serta tanggal saldo awal per akun, sehingga transaksi yang dihitung hanya yang terjadi setelah tanggal tersebut. CASHBOOK bisa mengelola banyak akun sekaligus (misalnya "Kas Bendahara", "Kas Kecil", "Akun Bank A"), dan bisa dipakai bersama oleh banyak user yang diberi hak akses.
Dipakai Sendiri untuk Kas Masjid
Secara pribadi, saya juga menggunakan CASHBOOK untuk merekam data keuangan pribadi. Karena saya juga menjadi pengurus DKM di masjid kami, CASHBOOK dipakai juga untuk mencatat kas masjid (kas bendahara, kas rumah tangga, dan akun bank) - sehingga untuk keperluan laporan (termasuk laporan keuangan yang dibaca setiap Jumat), tinggal buka aplikasinya saja. Kalau diminta cetak seluruh transaksi pun bisa, dalam bentuk rekening koran lengkap dengan saldo berjalan.
Manfaat & Skema Afiliasi
CASHBOOK sangat bermanfaat untuk siapa saja yang ingin mencatat dan memonitor keadaan keuangan - organisasi, perusahaan, bahkan pribadi - tanpa harus repot dengan aplikasi akuntansi. Berdasarkan pengalaman puluhan tahun menjual aplikasi komputer, biaya berlangganan CASHBOOK sangat terjangkau, bahkan untuk organisasi kecil, RT/RW, DKM masjid, maupun rumah ibadah lainnya.
Tersedia juga skema afiliasi. Pelanggan otomatis menjadi affiliate dan mendapat link referal unik. Setiap user yang login pertama kali lewat link tersebut otomatis menjadi referal selamanya, dan setiap pembayarannya memberi komisi 20% ke affiliate. Cukup 5 referal untuk menutup biaya langganan sendiri - selebihnya jadi passive income yang bisa diklaim tiap bulan.
Dari Satu Permintaan Sederhana, Lahir Aplikasi yang Dipakai Banyak Organisasi
CASHBOOK lahir bukan dari rencana besar, melainkan dari satu pertanyaan sederhana: bisakah kondisi kas dilihat kapan saja, tanpa ribet? Jawabannya ternyata dibutuhkan oleh jauh lebih banyak organisasi daripada yang saya kira.
Sampai hari ini, CASHBOOK terus dikembangkan dengan pendekatan yang sama: sesederhana dan sepraktis mungkin, agar siapa pun - dari ketua organisasi sampai bendahara DKM - bisa langsung memahami kondisi keuangan tanpa harus paham akuntansi.